Posted by: indra | November 30, 2009

Zakat


2.1 Pengertian Zakat

Zakat berarti kesucian dan kebersihan sebagaian dari harta benda anda yang anda sishkan dan anda berikan kepada fakir miskin disebut zakat, karena dengan cara demikian harta dan bersama dengan itu pula jiwa anda  menjadi bersih dan suci. Harta seorang yang tidak dizakat adalah harta yang kotor dan tidak bersih, karena mengandung rasa tidak berterima kasih kepada Allah SWT. Hati pemiliknya begitu sempit, mementingkan diri sendiri dan memuja harta benda, sehingga ia merasa berat untuk memberikan apa yang seharusnya diberikan sebagai tanda terima kasih kepada Allah SWT. yang telah memberinya kekayaan melebihi kebutuhan.

Firman Allah SWT.

Artinya : Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan    hartanya di jalan Allah) maka Allah akan memperlipat gandakan pembayaran dengan lipat ganda yang banyak. (QS Al – Baqarah : 245)[1]

Hadits

Artinya : Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah dan dahulukan orang terdekat (kerabat) yang menjadi tanggungannya.

 

2.1 Macam – macam Zakat

  • Zakat Mal

Zakat Mal (Zakat harta), yaitu zakat emas, perak, binatang, tumbuh – tumbuhan (buah – buahan dan biji – bijian), dan barang perniagaan.

  • Zakat Nafs

Zakat Nafs, yaitu zakat jiwa yang dinamai juga dengan zakat fitrah (zakat yang diberikan berkenaan dengan telah selesainya mengerjakan puasa Ramadhan).

 

2.2 Syarat – syarat Zakat

  1. Orang yang mengeluarkan zakat harus beragama Islam
  2. Pada waktu terbenam matahari, hari terakhir bulan Ramadhan orang tersebut masih hidup. Orang yang lahir sesudah terbenam matahari atau meninggal dunia sebelum terbenam matahari di hari terakhir bulan Ramadhan tidak wajib membayar zakat fitrah.
  3. Orang tersebut mempunyai kelebihan harta untuk keperluan makan pada malam hari dan siang harinya, baik untuk dirinya sendiri maupun keluarganya, seta untuk hewan peliharaannya.

 

2.3 Waktu Mengeluarkan Zakat

  1. Zakat fitrah dibayarkan sejak awal Ramadhan.
  2. Zakat fitrah yang dibayarkan sesudah shalat subuh sebelum pergi salat Idul Fitri hukumnya sunah.
  3. Zakat fitrah dibayarkan sesudah salat Idul Fitri sebelum terbenam matahari pada hari raya itu hukumnya makruh.
  4. Zakat fitrah yang dikeluarkan setelah terbenam matahari pada hari raya Idul Fitri, hukumnya haram.

2.4 Mustahik Zakat

  1. Orang Fakir adalah orang yang tidak mempunyai harta dan usaha atau memiliki harta dan usaha, tetapi kurang dari seperdua kecukupannya dan tidak ada orang yang berkewajiban memberi belanja kepadanya.
  2. Orang Miskin adalah orang yang mempunyai harta atau usaha sebanyak seperdua kecukupannya, bahkan lebih sehingga tidak mencukupi.
  3. Amil adalah orang yang bekerja mengurus zakat, sedang ia tidak mendapat upah selain dari zakat itu.
  4. Mu’allaf, yaitu orang yang baru masuk islam dan imannya belum kuat atau juga dapat berarti orang islam yang berpengaruh dalam lingkungannya bisa memberi zakat, lalu diharapkan ia dapat menarik orang lain untuk masuk kepada islam.
  5. Hamba atau budak adalah budak yang dijanjikan tuannya bahwa dia boleh menebus dirinya.
  6. Fisabilillah adalah segala hal yang diperlukan untuk islam dan orang – orang yang berjuang dan berpegang di medan peperangan, baik berada di barisan muka maupun di barisan belakang.
  7. Gharim, yaitu orang yang berutang untuk suatu keperluan yang bukan maksiat (perbuatan dosa) dan ia tidak mampu melunasinya.
  8. Ibnu Sabil adalah orang yang kehabisan bekal atau sangu di waktu berperfian dan kepergiaannya bukan tujuan maksiat[2]

 

2.5 Hikmah Zakat

  1. Menifestasikan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. karena harta kekayaan yang diperoleh seseorang adalah atas karunia-Nya. Dengan bersyukur harta dan nikmat itu akan bertambah dan berlipat ganda.
  2. Melaksanakan pertanggung jawaban sosial, kaena harta kekayaan yang di peroleh oleh orang kaya, tidak terlepas dari adanya andil dan bantuan orang lain baik langsung maupun tidak langsung.
  3. Dengan mengeluarkan zakat, golongan ekonomi lemah dan orang tidak mampu merasa terbantu. Dengan demikian akan tumbuh rasa persaudaraan dan kedamaian dalam masyarakat.
  4. Mendidik dan membiasakan orang menjadi pemurah yang terpuji dan menjauhkan dari sifat bakhil yang tercela.
  5. Mengantisipasi dan ikut mengurangi kerawanan dan penyakit sosial seperti : pencurian, perampokan dan berbagai tindak kriminal yang ditimbulkan akibat kemiskinan dan kesenjangan sosial sebagai akibat tidak langsung atas sikap – sikap kaya yang tidak mempunyai kepedulian sosial.[3]

 

2.6 Contoh Pengelolaan Zakat

  1. Untuk menjamin kepastian dan disiplin pembayar zakat.
  2. Menjaga perasaan rendah diri para mustahik zakat apabila berhadapan langsung menerima haknya dan para wajib zakat (muzzaki)
  3. Untuk mencapai efisiensi, efektivitas, dan sasaran yang tepat dalam penggunaan harta zakat menurut skala prioritas yang ada pada suatu tempat.
  4. Untuk memperlihatkan syi’ar Islam dalam semangat penyelenggaraan negara dan pemerintah Islami.[4]

 


[1] Abdul Fatah Idris, Sejarah Peradaban Islam : 23

[2] Arif Mulyadi, Mutiara Hikmah Rukun Islam : 54

[3] Muhammad Abduh, Tafsir Al-Quran : 78

[4] Syamsuri Muhammad, Pendidikan Agama Islam : 141


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: